<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yuli Susanti</title>
	<atom:link href="http://yulisusanti.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yulisusanti.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Yuli Susanti di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:04:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PT BNI wilayah Palembang</title>
		<link>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/07/23/pt-bni-wilayah-palembang/</link>
		<comments>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/07/23/pt-bni-wilayah-palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulisusanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[PT BNI wilayah Palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yulisusanti.blogdetik.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[PT BNI wilayah Palembang menargetkan dapat menambah 15.000 nasabah baru pemegang kartu kredit tahun ini. Dengan tambahan tersebut, BNI optimistis dapat menggenapi 97.000 nasabah kartu kreditnya yang sudah terdaftar saat ini. Pemimpin Sentra Kartu BNI Palembang I Putus Agus menjelaskan, saat ini jumlah penambahan nasabah yang dilakukan BNI hingga Juni sudah mencapai 10.000 pemegang kartu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/07/23/pt-bni-wilayah-palembang/">PT BNI wilayah Palembang</a> menargetkan dapat menambah 15.000 nasabah baru pemegang kartu kredit tahun ini. Dengan tambahan tersebut, BNI optimistis dapat menggenapi 97.000 nasabah kartu kreditnya yang sudah terdaftar saat ini. Pemimpin Sentra Kartu BNI Palembang I Putus Agus menjelaskan, saat ini jumlah penambahan nasabah yang dilakukan BNI hingga Juni sudah mencapai 10.000 pemegang kartu kredit. Melalui kerja sama co-branding dengan Bank Sumsel Babel (BSB) pertengahan Juni nanti, dia optimistis proyeksi 15.000 nasabah yang ditargetkan bisa segera terlampaui.</p>
<p>Sebab,dari kerja sama ini ditargetkan adanya penambahan paling sedikit 2.000 nasabah baru. “Target kita sampai akhir tahun 15.000 nasabah. Nah, dari kerja sama ini, kita harap bisa tambah 2.000 dan kartunya sudah kita siapkan. Itu untuk tahap awal dulu nanti kita evaluasi lagi,”kata I Putu Agus di kantornya belum lama ini. Walaupun sifatnya cobranding, Putu memastikan fasilitas yang dapat dinikmati pemegang kartu kredit BSB sama dengan pemegang kartu kredit BNI,baik dari fasilitas maupun besar plafon kredit.<br />
<span id="more-14"></span></p>
<p>Adapun saat ini komposisi pengguna kartu kredit BNI terdiri dari 70.000 pengguna kartu utama dan 27.000 pengguna kartu tambahan. Dibandingkan 2010, target penambahan ini cukup tinggi karena pada 2010 target penambahan nasabah baru hanya 12.000 nasabah. Menurut Putu, kenaikan target itu dipicu beberapa faktor.</p>
<p>Salah satunya kebutuhan masyarakat yang memang meningkat karena kartu kredit memberikan kepraktisan bertransaksi. “Naiknya luar biasa, dari target 10.043 kartu kita malah over sampai 12.653 kartu, makanya 2011 ini dinaikkan lagi targetnya,”kata dia. Peningkatan ini diprediksi makin tajam beberapa tahun ke depan, karena kartu kredit bakal menjadi alternatif infrastruktur bertransaksi yang sangat membantu. Demikian catatan online <a href="http://yulisusanti.blogdetik.com/">Yuli Susanti</a> yang berjudul PT BNI wilayah Palembang.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/07/23/pt-bni-wilayah-palembang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di mata Prof Dr M Qasim Mathar</title>
		<link>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/06/05/di-mata-prof-dr-m-qasim-mathar/</link>
		<comments>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/06/05/di-mata-prof-dr-m-qasim-mathar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 02:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulisusanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Di mata Prof Dr M Qasim Mathar]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yulisusanti.blogdetik.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Di mata Prof Dr M Qasim Mathar, keterpurukan bangsa ini telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno dan Soeharto. Hanya bentuknya berbeda. MENURUT budayawan Sulsel itu,hal itu mencerminkan hingga saat ini penerapan sila kelima Pancasila belum berhasil. Berikut petikan wawancara khusus wartawan media M Syahlan dengan Qasim Mathar. Bagaimana Anda mencermati kondisi saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Di mata Prof Dr M Qasim Mathar, keterpurukan bangsa ini telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno dan Soeharto. Hanya bentuknya berbeda. MENURUT budayawan Sulsel itu,hal itu mencerminkan hingga saat ini penerapan sila kelima Pancasila belum berhasil. Berikut petikan wawancara khusus wartawan media M Syahlan dengan Qasim Mathar. Bagaimana Anda mencermati kondisi saat ini ditinjau dari kehidupan berbangsa dan bernegara?</p>
<p>Saat ini kita hidup dengan kondisi banyaknya media informasi, yang dapat dimanfaatkan semua pihak dengan sangat mudah. Berkaitan dengan kebangkitan nasional yang barubaru diperingati, saya justru bertanya, sebetulnya apanya yang bangkit? Menilai kebangkitan bangsa memang tidak bisa diukur keseluruhan.<br />
<span id="more-13"></span></p>
<p>Tiap era mengalami fragmen masing- masing.Dulu,orang-orang Malaysia dan negara tetangga berbondong-bondong datang ke Indonesia menuntut ilmu. Justru sekarang sebaliknya, warga Indonesia yang berguru ke negara tetangga,seperti Malaysia. Jadi sebetulnya, apanya yang bangkit? Kelihatan sekali, kehidupan kita tidak standar. Pemerintah sangat senang jika menerima penghargaan.</p>
<p>Namun, itu tidak sesuai apa yang sebenarnya kita lihat.Di manamana kepala daerah lebih sibuk menghadapi pemilihan langsung. Baru satu tahun memimpin, mereka sudah menyusun kekuatan untuk periode kedua sehingga mereka lupa mengurus warganya. Saya kira banyak kejadian di sekitar yang membuat harus berpikir ulang, sebetulnya kapan kita bangkit?</p>
<p>Tadi Anda menyebutkan ada fragmen periode pemerintahan presiden di Indonesia dengan kebangkitan nasional. Bagaimana penjelasannya?</p>
<p>Pada era Soekarno,sebelum dia merampas konstitusi melalui dekrit (tentang pengangkatan dirinya sebagai presiden seumur hidup),sebelum 1955,dia seorang proklamator yang bertanggung jawab terhadap negara yang diproklamirkan ini. Setelah itu,kekuasaan yang terus memengaruhi dia hingga kemudian muncul Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) oleh PKI.</p>
<p>Mulai saat itu boleh dikatakan bahwa Soekarno bukan lagi teladan. Demikian juga Soeharto, awal-awalnya dia sangat bagus.Tetapi,ketika anak-anaknya mulai dewasa dan mengakses sektor bisnis,di situlah Soeharto tidak bisa lagi jadi teladan karena sarat praktik kolusi.</p>
<p>Makanya saya tidak sepakat dengan survei yang dilakukan Indobarometer, yang menyebutkan bahwa zaman Soeharto jauh lebih baik dibanding era SBY. Siapa yang mau kembali ke zaman Soeharto yang saat itu banyak orang diculik? Jadi ini tidak bisa digampangkan dengan membandingbandingkan zaman presiden satu dengan lainnya.</p>
<p>Banyak yang menilai, pada zaman Soeharto, kita bisa hidup damai dan terjamin?</p>
<p>Tidak damai sama sekali. Orang-orang berpendidikan dan ingin berpikir justru di-cekal. Kita tidak bebas berdebat dan berdiskusi tentang masalah negara.Jika ada yang melakukan hal seperti itu, bisa saja diculik atau ditangkap. Bandingkan sekarang, kita bebas berdiskusi tentang permasalahan bangsa ini dan disiarkan ke publik melalui massa.</p>
<p>Jadi setenang-tenangnya zaman Soeharto selama tiga puluh tahun, jangan kira tidak ada waktu yang membuat orang tercekam. Begitupun zaman Soekarno, hampir semua media patuh terhadap dia. Hanya mediamedia tertentu yang melihat ada kegamangan,tetap konsisten menyampaikan berita tentang masalah yang terjadi.</p>
<p>Jadi tidak bisa dibandingkan seperti itu. Apa yang kita rasakan saat ini, yaitu kemerdekaan dan nilainya sangat mahal.Kita tidak mungkin kembali ke era itu,terutama yang mempunyai masalah politik.</p>
<p>Jadi menurut Anda,sebetulnya pada era kapan negara ini mengalami kebangkitan?</p>
<p>Coba lihat salah satu faktor, yaitu sosial ekonomi. Misalnya di Makassar, makin banyak saja tukang becak atau sopir pete- pete yang berkumpul dan tidak jelas pekerjaannya. Itu pun dibiarkan negara. Begitupun anak-anak muda (Pak Ogah) yang seenaknya mengatur arus lalu lintas,padahal seharusnya polisi lalu lintas yang harus melakukan itu.</p>
<p>Polisi tidak melaksanakan fungsinya, negara yang berkewajiban memberikan pekerjaan yang layak kepada warganya,juga tidak terlaksana. Jadi saya melihat ada disfungsi. Kaitannya dengan yang saya sebutkan sebelumnya, pemerintah daerah juga sibuk mengurus urusannya.</p>
<p>Wali kota sibuk ingin jadi gubernur.Sementara gubernur ingin menjabat dua periode.Jadinya warga tetap tidak terurus. Saya selalu mengaitkan kebangkitan nasional dengan kondisi sosial ekonomi sehingga selalu bertanya, apanya yang bangkit?</p>
<p>Ditinjau dari ideologi negara (Pancasila),menurut Anda, bagian mana yang belum terealisasi?</p>
<p>Menurut saya, sila kelima Pancasila,yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi persoalan besar saatini.Itusamasekalitidakpernah terwujud hingga saat ini, mulai masalah (pembangunan) fisik hingga kerohanian. Itu yang jadi pangkal masalah.Jika kita berada di perkotaan, fasilitas yang memadai sangat mudah dijumpai.Tetapi,jika kita menuju ke daerah, justru sebaliknya.</p>
<p>Sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi pada negara yang disebut kaya raya ini.Adanya kecemburuansosialdalammasyarakat membuat kita masih bisa menawarkan ideologi lain kepada warga yang sudah jenuh dengan kondisi yang dialami secara berlarut- larut.<br />
Ideologi alternatif itu yang membuat penolakan terhadap kebenaran.Yang ingin saya sampaikan, jangan terlalu emosi menanggapi tawaran-tawaran ideologi yang belakangan ini muncul.</p>
<p>Saat ini ada beberapa oknum terbukti melakukan gerakan yang disebut-sebut radikal dan dikhawatirkan mengancam NKRI, bagaimana pendapat Anda?</p>
<p>Munculnya gerakan-gerakan radikal karena masyarakat sudah jenuh dengan berbagai kondisi saat ini, yang justru tidak membuat keadaan jadi lebih baik.Berbagai solusi terhadap berbagai persoalan ternyata tidak berhasil.Ketika seseorang muncul dengan menawarkan solusi yang dianggap masuk akal, meski dianggap bertentangan dengan agama, akan diterima warga yang menginginkan kondisi yang lebih baik itu.</p>
<p>Dengan kondisi seperti saat ini, penyebaran gerakan seperti itu tidak dapat dicegah. Apalagi warga kita memang sangat menginginkan kesejahteraan. Belum lagi radikalisme muncul karena ideologi sehingga sangat sulit dicegah. Saya contohkan,kelompok tertentu yang memerangi Ahmadiyah hingga terjadi korban meninggal.</p>
<p>Dipastikan akan kesulitan mengubah cara pandang mereka karena hal itu masalah ideologi.Itu juga ada kaitannya dengan pemahaman beragama yang mereka anut. Beda dengan pencurian yang dilakukan seseorang karena terdesak dengan kebutuhan ekonominya. Setelah menjalani hukuman, biasanya mereka sudah tidak mengulang lagi perbuatannya.</p>
<p>Dari berbagai problem yang Anda paparkan sebelumnya, masih sepakatkah Anda negara ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?</p>
<p>Tentu saya sepakat dengan NKRI.Adapun tawaran lain mengenai konsep bernegara selain NKRI yang belakangan ini bermunculan, saya kira itu tidak cocok dengan kondisi Indonesia yang plural. Saya merasa,bentuk negara republik seperti ini sudah sangat bagus. Sebagai muslim, jika kita ingin menjalankan syariat Islam,justru sangat bagus dijalankan di negara republik seperti ini.</p>
<p>Adapun konsep penegakan syariat Islam yang ditawarkan kelompok tertentu, saya rasa itu akan mengakibatkan ketidaknyamanan bagi kelompok lainnya.Atau kalangan nonmuslim bisa saja salah paham. Jadi syariat Islam itu sangat luwes. Kita tidak boleh mengatakan syariat Islam itu sama dengan yang ada di Arab Saudi, lantas ingin diterapkan di negara ini. Itu belum tentu cocok. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/06/05/di-mata-prof-dr-m-qasim-mathar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>geng kriminal</title>
		<link>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/01/24/geng-kriminal/</link>
		<comments>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/01/24/geng-kriminal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 14:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulisusanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yulisusanti.blogdetik.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Polisi  menangkap seorang kepala geng kriminal yang diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 20 orang di kota pelancongan Acapulco, Meksiko, kata para pejabat Minggu.
Lozano Jose Martinez, yang dikenal dengan julukan &#8220;El Lozano,&#8221; ditangkap bersama dengan enam orang lain, Kamis, dalam satu razia, kata polisi. Petugas keamanan mengatakan, pemuda 21 tahun itu diakui berpartisipasi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Polisi  menangkap seorang kepala <a title="geng kriminal" href="http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/01/24/geng-kriminal/" target="_self">geng kriminal</a> yang diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 20 orang di kota pelancongan Acapulco, Meksiko, kata para pejabat Minggu.</p>
<p>Lozano Jose Martinez, yang dikenal dengan julukan &#8220;El Lozano,&#8221; ditangkap bersama dengan enam orang lain, Kamis, dalam satu razia, kata polisi. Petugas keamanan mengatakan, pemuda 21 tahun itu diakui berpartisipasi dalam pembunuhan 22 orang pada awal bulan ini di Acapulco.<br />
<span id="more-11"></span>Dia dan rekan-rekannya terkait dengan apa yang dinamakan Kartel  Independen Acapulco (CIDA), yang dipimpin Edgar Valdez Villarreal, alias &#8220;La Barbie,&#8221; sampai dia ditangkap pada 30 Agustus. Geng Acapulco berada dalam perang rebutan wilayah dengan kartel lain untuk menguasi perdagangan narkotika yang menguntungkan.</p>
<p>Pertempuran telah menewaskan sekitar 30 orang dalam bulan ini, termasuk 15 orang yang dipenggal kepalanya yang ditemukan di pantai resor tersebut. Sekitar 34.600 orang telah tewas sejak tahun 2006, ketika Presiden Felipe Calderon meluncurkan penumpasan terhadap geng-geng kuat di negara itu yang melibatkan puluhan ribuan tentara. Demikian catatan online <a title="Yuli Susanti" href="http://yulisusanti.blogdetik.com/" target="_self">Yuli Susanti</a> tentang geng kriminal.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yulisusanti.blogdetik.com/2011/01/24/geng-kriminal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekitar 300 warga</title>
		<link>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/12/31/sekitar-300-warga/</link>
		<comments>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/12/31/sekitar-300-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulisusanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/12/31/sekitar-300-warga/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Sekitar 300 warga tiga dusun di Kelurahan Atungbungsu,Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, berunjuk rasa di lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) Atungbungsu kemarin.

Mereka menuntut pelaksanaan proyek Bandara Atungbungsu dihentikan karena dapat menyebabkan areal persawahan di sekitarnya kering.Pantauan SINDO, ratusan warga mendatangi lokasi pembangunan dengan sepeda motor dan mobil untuk menemui pihak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Sekitar 300 warga tiga dusun di Kelurahan Atungbungsu,Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, berunjuk rasa di lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) Atungbungsu kemarin.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Mereka menuntut pelaksanaan proyek Bandara Atungbungsu dihentikan karena dapat menyebabkan areal persawahan di sekitarnya kering.Pantauan SINDO, ratusan warga mendatangi lokasi pembangunan dengan sepeda motor dan mobil untuk menemui pihak pelaksana proyek.Namun, setibanya di lokasi,tidak ada satu pun pihak pelaksana proyek karena semunya sudah melarikan diri sebelum warga datang, termasuk instansi terkait, seperti camat,Dishub,dan polisi.</p>
<p>Ketua RT 02 Dusun Mingkik,Kelurahan Atungbungsu,Kecamatan Dempo Selatan,Kopli,mengatakan sejak aktivitas pembukaan lokasi pembangunan lapangan terbang (bandara), ribuan hektare sawah mulai mengalami kekeringan, bahkan semuanya gagal panen.“Ratusan hektare sawah dan tanaman padi milik warga di tiga daerah, yaitu Danau Alai 90 hektare (ha),Ataran Mingkik 60 ha,Benua Keling 150 ha, dan Betani 60 ha.Kemudian,sejumlah sawah lainnya mengalami kekeringan sejak pembuatan bandar udara,”ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, sudah dua bulan daerah ini mengalami kekeringan dampak pembukaan hutan ratusan hektare untuk pembuatan Lapter Atungbungsu. “Kami bukan hanya mengalami kerugian materi, melainkan ribuan warga di empat dusun terancam kelaparan karena sejak sawah kering gagap panen,”ungkapnya. Daerah ini mengalami kekeringan akibat aktivitas pembuatan Lapter Atungbungsu, dengan memasang alat pencegah hujan di empat titik yang ditandai bendera kuning alat pencegah hujan.</p>
<p>“Kondisi cuaca cukup berpengaruh dengan kelancaran pengerjaan proyek tepat waktu. Melihat kondisi ini,kami memasang alat pencegah hujan, dan sesuai permintaan warga, nanti alat itu akan dicabut,” ungkapnya. Meskipun tidak bersikap anarkistis, setelah mencapai kesepakatan, Dinas Perhubungan dan pelaksana proyek berjanji akan menghentikan kegiatan yang dapat menyebabkan ribuan hektare sawah menjadi kering di daerah tersebut.</p>
<p>“Sejak pembangunan bandara ini pihak pelaksana proyek memasang alat yang dapat menghentikan atau memindahkan hujan akibatnya ribuan hektare sawah mengalami kekurangan air dan kekeringan,” kata Sarman, warga setempat. Petani, kata dia, cukup terganggu dengan aktivitas pengerjaan lapangan terbang, baik pengaruhnya terhadap kerusakan jalan maupun kekurangan air.“Pekerja proyek memang sengaja memasang beberapa alat penangkal atau pencegah hujan sehingga sudah hampir satu bulan daerah ini tidak hujan,”ungkap dia.</p>
<p>Menurut dia, sejak itulah, daerah Kelurahan Atungbungsu mengalami kekurangan air untuk petani menggarap sawahnya dan karena ada beberapa titik dilakukan pemasangan alat pencegah hujan. Tokoh masyarakat setempat, Joi, menambahkan, warga tidak ada maksud menghalangi pemerintah membangun lapter, apa yang sudah menjadi program pemerintah ini justru rakyat yang menjadi korban.</p>
<p>“Bukan hanya ratusan hektare sawah yang mengalami kekeringan akibat ada aktivitas pengerukan lahan untuk lapangan terbang,tapi ribuan warga di tiga dusun ikut terkena imbasnya karena kesulitan mendapatkan beras setelah panen gagal,”ungkapnya. Kemudian,perusahaanbukanhanya harus mengganti kerugian yang dialami warga akibat gagap panen, perlu juga mencarikan solusi akibat kekeringan ini.“Kami akan mengerahkan masa lebih banyak lagi bila pihak perusahaan tidak memenuhi tuntutan warga,”ungkap dia.</p>
<p>Camat Dempo Selatan Ramad Damro mengatakan,semua tuntutan warga sudah dipenuhi pihak perusahaan untuk mencabut alat pencegah hujan yang menyebabkan daerah itu jarang turun hujan. “Kita sudah jembatani keluhan warga dengan pihak perusahaan untuk mencabut alat pencegah hujan. Namun,kalau tentang ganti kerugian akibat kejadian ini, masih perlu dibahas lebih lanjut,” ungkap dia.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam Dwikora Sastra Negara mengatakan, pemerintah perlu mencarikan solusi terkait dampak pembangunan Bandara Atungbungsu, termasuk upaya mengganti tanaman yang mati dan padi gagal panen setelah mengalami kekeringan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/12/31/sekitar-300-warga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Empat RS Ingin Naik Kelas</title>
		<link>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/10/10/empat-rs-ingin-naik-kelas/</link>
		<comments>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/10/10/empat-rs-ingin-naik-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 09:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulisusanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Empat RS Ingin Naik Kelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yulisusanti.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Empat rumah sakit (RS) di Sumatera Utara (Sumut) mengajukan peningkatan kelas.Keempat rumah sakit swasta itu, yakni RS Vita Insani-Pematangsiantar, RS Sari Mutiara- Lubukpakam, serta RS Advent dan RS Gleni atau Colombia Asia- Medan.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan serta Pengendalian Sarana dan Peralatan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Bambang Suprayitno memaparkan, RS Vita Insani awalnya kelas D [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat rumah sakit (RS) di Sumatera Utara (Sumut) mengajukan peningkatan kelas.Keempat rumah sakit swasta itu, yakni RS Vita Insani-Pematangsiantar, RS Sari Mutiara- Lubukpakam, serta RS Advent dan RS Gleni atau Colombia Asia- Medan.<br />
<span id="more-9"></span><br />
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan serta Pengendalian Sarana dan Peralatan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Bambang Suprayitno memaparkan, RS Vita Insani awalnya kelas D diusulkan naik ke kelas C, RS Advent dari kelas C ke B, RS Colombia Asia dari kelas C ke B, dan RS Sari Mutiara dari kelas D ke C. ”Kami menerima usulan berkas untuk diverifikasi tentang kelengkapannya. Kami dari dinas, sifatnya hanya membimbing dan memfasilitasi untuk memberikan rekomendasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).Apakah dalam berkas tersebut ada yang kurang, dinas yang akan melihat itu. Soal jadi atau tidak kenaikan kelas untuk pelayanan ini,semua putusan dari pusat,”ungkapnya kemarin.</p>
<p>Kementerian Kesehatan akan datang ke RS untuk melihat kelayakannya. Mereka juga melihat kesesuaian sarana dan prasarananya dengan berkas. ”Saat ini, yang sudah kami berikan berkasnya ke pusat,yaitu RS Colombia Asia dan Advent. Sementara itu, dua lagi masih baru datang kepada kami, jadi dua minggu diproses di sini,baru kami serahkan ke pusat,”tandasnya. Bambang menambahkan, RS dengan pelayanan kelas A harus memiliki 400 lebih tempat tidur. Rumah sakit ini pun harus punya 16 pelayanan. Kelas B memiliki 200 tempat tidur dengan 12 pelayanan,kelas C memiliki 100 tempat tidur dengan 5 pelayanan, dan kelas D memiliki tempat tidur di bawah 100 unit dengan 2 pelayanan.</p>
<p>Dia menuturkan,perkembangan dan pertumbuhan RS saat ini sangat pesat di Sumut. Sejak otonomi daerah,izin pendirian RS cukup dari kepala daerah di kabupaten/ kota. ”Namun, untuk RS khusus, seperti RS anak, jantung, atau lain-lain,harus langsung izin dari Kemenkes,”ujarnya. Saat ini terdapat 191 RS di Sumut. Berdasarkan kepemilikannya, terdapat 10 rumah sakit TNI/Polri, 14 rumah sakit BUMN, 105 rumah sakit umum swasta, 29 rumah sakit khusus swasta, 30 rumah sakit pemerintah, dan 4 rumah sakit khusus pemerintah.</p>
<p>”Kami berharap dengan banyaknya rumah sakit di Sumut mampu memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat tidak lagi berobat ke luar negeri.Sebab, kami sudah punya layanan yang lengkap, hanya sulit untuk membangun kepercayaan di lingkungan masyarakat. Gubernur, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), sering sosialisasi, tapi masih harus terus diusahakan agar masyarakat kita berobat di sini,”paparnya. Dia juga berharap pelayanan rumah sakit diutamakan.</p>
<p>”Terutama untuk penanganan pasien gawat darurat, tidak boleh ditolak. Bahkan, dalam aturannya, saat darurat,seorang pasien tidak boleh ditanya identitasnya.Yang terpenting ditangani dulu. Setelah stabil, baru ada urusan berikutnya dilanjutkan,”tandasnya. Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Bina Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinkes Sumut Agustama menyatakan masih 10% rumah sakit terakreditasi di Sumut. ”Dalam UU Rumah Sakit seluruh rumah sakit harus terakreditasi pada 2011. Masih ada waktu, tetapi semakin cepat lebih baik,”pungkasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yulisusanti.blogdetik.com/2010/10/10/empat-rs-ingin-naik-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.540 seconds -->

